Cara Mengelola Penjualan di Toko Bangunan untuk Peningkatan Profitabilitas
Insight Bisnis | 31 Juli 2026
Insight Bisnis / Apa Itu Logistik? Ini Pengertian dan Contohnya Biar Kamu Gak Bingung Lagi!
20 Oktober 2023 | marketing
Bagi pelaku UMKM, logistik sering dianggap hanya sebagai urusan kirim barang. Padahal, proses logistik dimulai jauh sebelum paket diserahkan kepada kurir.
Ketika pemilik usaha menerima stok dari supplier, menyimpan barang, mencatat persediaan, menyiapkan pesanan pelanggan, memilih layanan pengiriman, hingga memastikan produk sampai ke tujuan, seluruh aktivitas tersebut merupakan bagian dari logistik bisnis.
Masalahnya, banyak UMKM masih mengelola proses tersebut secara manual. Akibatnya, stok dapat tidak sesuai, barang sulit ditemukan, pesanan terlambat diproses, biaya pengiriman tidak diperhitungkan dengan baik, hingga pelanggan kecewa karena produk yang dipesan ternyata habis.
Karena itu, memahami logistik penting bukan hanya bagi perusahaan besar. UMKM, toko ritel, bisnis kuliner, reseller, grosir, dan penjual online juga membutuhkan pengelolaan logistik yang rapi agar operasional lebih efisien.
Lalu, apa itu logistik? Bagaimana proses logistik pada UMKM? Apa bedanya inbound dan outbound logistics? Simak pembahasan lengkap berikut.
Logistik adalah proses merencanakan, mengelola, menyimpan, memindahkan, dan mengendalikan aliran barang serta informasi dari titik asal hingga sampai ke pihak yang membutuhkan.
Dalam konteks UMKM, logistik dapat mencakup proses:
Membeli barang dari supplier
Menerima stok
Memeriksa jumlah barang
Menyimpan produk
Mengelola persediaan
Menerima pesanan
Menyiapkan barang
Mengemas pesanan
Menghitung kebutuhan pengiriman
Mengirim produk
Memantau status pengiriman
Jadi, logistik bukan hanya soal ekspedisi atau kurir.
Contohnya, sebuah toko sembako membeli 100 dus minuman dari distributor. Barang diterima, diperiksa, disimpan, dicatat sebagai stok, kemudian dijual kepada pelanggan. Seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari aktivitas logistik.
Contoh lainnya, toko online menerima pesanan melalui WhatsApp. Penjual memeriksa stok, mengambil barang dari rak, mengemas produk, menghitung ongkir, menyerahkan paket ke ekspedisi, lalu memantau pengiriman. Proses tersebut juga termasuk logistik.
Semakin banyak produk dan pesanan yang dikelola, semakin kompleks pula operasional bisnis.
Tanpa pengelolaan logistik yang baik, UMKM dapat menghadapi berbagai masalah, seperti:
Stok habis tanpa diketahui
Barang menumpuk terlalu lama
Produk sulit ditemukan
Jumlah stok fisik berbeda dengan catatan
Pesanan terlambat diproses
Salah mengirim produk
Biaya pengiriman membengkak
Barang rusak selama penyimpanan
Pelanggan menunggu terlalu lama
Masalah tersebut dapat memengaruhi biaya operasional dan kepuasan pelanggan.
Misalnya, pelanggan memesan lima produk melalui toko online. Sistem atau catatan menunjukkan barang tersedia, tetapi setelah diperiksa ternyata hanya tersisa tiga produk.
Akibatnya, penjual harus menghubungi pelanggan, menawarkan penggantian barang, menunda pengiriman, atau membatalkan sebagian pesanan.
Karena itu, logistik yang rapi membantu UMKM menghubungkan proses stok, pesanan, penyimpanan, dan pengiriman.
Tujuan utama logistik adalah memastikan barang yang tepat tersedia dan bergerak ke tempat yang tepat pada waktu yang sesuai dengan biaya yang dapat dikendalikan.
Bagi UMKM, tujuan tersebut dapat diterapkan melalui beberapa aktivitas berikut.
Bisnis perlu mengetahui produk mana yang masih tersedia dan mana yang perlu segera ditambah.
Pengelolaan stok yang baik membantu mengurangi risiko kehilangan peluang penjualan karena barang habis.
Stok terlalu banyak juga dapat menjadi masalah.
Barang yang terlalu lama tersimpan dapat:
Menghabiskan ruang
Menahan modal usaha
Mengalami kerusakan
Kedaluwarsa
Sulit terjual
Karena itu, logistik perlu menyeimbangkan kebutuhan stok dengan permintaan pelanggan.
Barang yang tersimpan dengan rapi lebih mudah ditemukan ketika ada order masuk.
Hal ini membantu bisnis menyiapkan pesanan lebih cepat.
Biaya logistik dapat berasal dari:
Transportasi
Penyimpanan
Kemasan
Tenaga kerja
Pengiriman
Kerusakan barang
Retur
Pengelolaan yang baik membantu pemilik usaha memahami area yang perlu diperbaiki.
Pelanggan berharap mendapatkan:
Produk yang sesuai
Jumlah yang benar
Kemasan yang aman
Pengiriman tepat
Informasi yang jelas
Logistik berperan langsung dalam memenuhi harapan tersebut.
Proses logistik setiap bisnis dapat berbeda. Namun, secara umum alurnya dapat dimulai dari pengadaan barang hingga produk diterima pelanggan.
Tahap awal adalah menentukan barang apa yang dibutuhkan.
Pemilik usaha perlu mempertimbangkan:
Stok saat ini
Produk terlaris
Riwayat penjualan
Permintaan musiman
Waktu pengadaan
Kapasitas penyimpanan
Contohnya, sebuah toko minuman mengetahui bahwa penjualan meningkat menjelang akhir pekan. Pemilik dapat menyesuaikan pembelian bahan berdasarkan kebutuhan tersebut.
Setelah kebutuhan diketahui, bisnis melakukan pemesanan kepada pemasok.
Informasi yang perlu diperhatikan antara lain:
Nama produk
Jumlah
Harga beli
Jadwal pengiriman
Ketentuan pembayaran
Supplier
Pencatatan yang baik membantu mengurangi risiko salah pesan.
Ketika barang datang, bisnis sebaiknya tidak langsung menyimpannya.
Lakukan pemeriksaan terhadap:
Jumlah
Jenis produk
Kondisi barang
Varian
Tanggal kedaluwarsa jika relevan
Kesesuaian dengan pesanan
Jika terdapat perbedaan, bisnis dapat segera melakukan tindak lanjut kepada supplier.
Setelah diperiksa, produk disimpan sesuai karakteristiknya.
Contohnya:
Makanan membutuhkan kondisi tertentu
Produk mudah pecah membutuhkan perlindungan
Barang cepat laku sebaiknya mudah dijangkau
Produk dengan masa kedaluwarsa perlu rotasi
Penyimpanan yang rapi dapat mempercepat proses pengambilan barang.
Setiap barang masuk dan keluar perlu dicatat.
Tanpa pencatatan stok yang baik, pemilik usaha dapat kesulitan mengetahui:
Berapa stok tersedia?
Produk apa yang hampir habis?
Barang mana yang paling cepat terjual?
Apakah stok fisik sesuai catatan?
Kapan perlu melakukan restock?
Di tahap ini, UMKM dapat memanfaatkan sistem pengelolaan stok agar pencatatan persediaan lebih terstruktur.
Pelajari fitur manajemen stok Kasir Pintar untuk membantu memantau persediaan barang dan mendukung operasional usaha.
Ketika order masuk, bisnis perlu mencatat detail pesanan.
Informasinya dapat mencakup:
Produk
Jumlah
Varian
Pelanggan
Pembayaran
Pengiriman
Catatan khusus
Order yang tercatat dengan baik membantu mengurangi risiko pesanan terlewat atau tertukar.
Baca juga: Kelola Kasir dan Stok Barang Lebih Mudah dengan Kasir Pintar
Setelah pesanan diterima, barang diambil dari lokasi penyimpanan.
Proses ini sering disebut picking.
Selanjutnya, produk diperiksa dan disiapkan sesuai order pelanggan.
Kemasan perlu disesuaikan dengan karakter produk.
Contohnya:
Produk pecah belah membutuhkan perlindungan tambahan
Makanan membutuhkan kemasan yang sesuai
Produk cair perlu perlindungan dari kebocoran
Barang elektronik membutuhkan perlindungan dari benturan
Pengemasan yang tepat membantu mengurangi risiko kerusakan.
Setelah paket siap, bisnis memilih metode pengiriman.
Pertimbangannya dapat meliputi:
Tujuan
Berat barang
Dimensi
Estimasi waktu
Biaya
Jenis layanan
Bagi UMKM yang rutin mengirim pesanan, membandingkan biaya kirim dapat membantu menentukan opsi yang sesuai kebutuhan.
Gunakan fitur cek ongkir Kasir Pintar untuk membantu memeriksa biaya pengiriman secara lebih praktis.
Proses logistik belum tentu selesai ketika paket diserahkan kepada ekspedisi.
Bisnis juga perlu memantau status pengiriman, terutama jika pelanggan menanyakan posisi paket.
Dengan fitur cek resi Kasir Pintar, penjual dapat membantu melacak perkembangan pengiriman paket secara lebih praktis.
Dalam bisnis, logistik dapat dibedakan berdasarkan arah pergerakan barang dan fungsi operasionalnya.
Inbound logistics adalah proses pergerakan barang dari supplier atau pemasok menuju bisnis.
Contohnya:
Bahan baku dikirim ke restoran
Produk distributor masuk ke toko
Kemasan dikirim ke gudang
Barang dari supplier diterima reseller
Aktivitas inbound logistics dapat meliputi:
Pemesanan barang
Transportasi dari supplier
Penerimaan
Pemeriksaan
Penyimpanan
Pencatatan stok
Tujuannya adalah memastikan bisnis memiliki persediaan yang dibutuhkan.
Outbound logistics adalah proses pergerakan produk dari bisnis menuju pelanggan atau pihak tujuan.
Contohnya:
Toko online mengirim paket
Distributor mengirim barang ke reseller
Toko pusat mengirim stok ke cabang
Produsen mengirim produk ke pelanggan
Aktivitas outbound logistics dapat meliputi:
Penerimaan order
Picking
Packing
Pemilihan layanan pengiriman
Pengiriman
Tracking
Outbound logistics berhubungan langsung dengan pengalaman pelanggan.
Reverse logistics adalah proses pergerakan barang dari pelanggan kembali ke bisnis atau pihak tertentu.
Contohnya:
Retur barang
Produk rusak dikembalikan
Penukaran ukuran
Pengembalian kemasan
Penarikan produk
UMKM perlu memiliki prosedur retur yang jelas agar proses ini tidak mengganggu pencatatan stok.
Internal logistics adalah perpindahan barang di dalam operasional bisnis.
Contohnya:
Barang dipindahkan dari gudang ke toko
Stok dikirim dari pusat ke cabang
Bahan baku dipindahkan ke area produksi
Produk jadi dipindahkan ke area pengemasan
Bisnis dengan lebih dari satu lokasi membutuhkan pencatatan yang lebih rapi agar pergerakan barang dapat dipantau.
Inbound dan outbound logistics memiliki arah pergerakan yang berbeda.
| Aspek | Inbound Logistics | Outbound Logistics |
|---|---|---|
| Arah barang | Supplier ke bisnis | Bisnis ke pelanggan |
| Fokus | Pengadaan dan penerimaan | Pemenuhan dan pengiriman |
| Contoh | Restock dari distributor | Kirim pesanan pelanggan |
| Aktivitas | Terima, cek, simpan | Ambil, kemas, kirim |
| Tujuan | Menjaga ketersediaan | Memenuhi order pelanggan |
Keduanya saling berkaitan.
Jika inbound logistics bermasalah, stok dapat terlambat tersedia. Jika outbound logistics bermasalah, pelanggan dapat terlambat menerima pesanan.
Agar proses logistik berjalan baik, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
Transportasi digunakan untuk memindahkan barang.
UMKM dapat menggunakan:
Kendaraan sendiri
Kurir lokal
Ekspedisi
Layanan instan
Kargo
Pemilihan transportasi perlu mempertimbangkan biaya, jarak, jenis produk, dan waktu.
Tidak semua UMKM memiliki gudang besar.
Namun, setiap bisnis yang menyimpan produk tetap membutuhkan sistem penyimpanan.
Bahkan rak kecil di belakang toko merupakan bagian dari proses logistik.
Inventaris perlu dikelola agar bisnis tidak mengalami:
Stockout
Overstock
Barang hilang
Produk kedaluwarsa
Selisih stok
Karena itu, pencatatan stok menjadi salah satu bagian penting dalam logistik UMKM.
Setiap pesanan perlu diterima dan diproses dengan benar.
Kesalahan order dapat menyebabkan:
Produk tertukar
Jumlah salah
Varian salah
Pengiriman terlambat
Sistem pengelolaan order membantu bisnis membangun alur yang lebih terstruktur.
Kemasan berfungsi melindungi produk selama penyimpanan dan pengiriman.
Selain itu, kemasan juga dapat memengaruhi pengalaman pelanggan.
Setelah barang dikirim, bisnis perlu memiliki informasi yang cukup untuk membantu pelanggan jika terjadi kendala.
Tracking dapat membantu mengetahui perkembangan status pengiriman berdasarkan data yang tersedia.
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penerapan logistik.
Sebuah toko kelontong membeli produk dari distributor.
Alurnya:
Pemilik memeriksa stok
Produk hampir habis dicatat
Barang dipesan
Distributor mengirim
Barang diterima
Jumlah diperiksa
Produk disimpan
Stok diperbarui
Barang dijual
Seluruh proses tersebut merupakan logistik.
Sebuah restoran membutuhkan bahan baku setiap hari.
Alurnya:
Periksa kebutuhan bahan
Pesan ke supplier
Terima bahan
Cek kualitas
Simpan sesuai kebutuhan
Gunakan untuk produksi
Catat pemakaian
Kesalahan logistik dapat menyebabkan bahan habis atau terbuang.
Sebuah toko fashion menerima order melalui kanal online.
Alurnya:
Order diterima
Stok diperiksa
Produk diambil
Varian diverifikasi
Barang dikemas
Ongkir diperiksa
Paket dikirim
Resi dicatat
Pengiriman dipantau
Pada bisnis seperti ini, hubungan antara order, stok, dan pengiriman sangat penting.
Bisnis grosir menangani jumlah barang lebih besar.
Aktivitasnya dapat meliputi:
Pembelian dalam jumlah besar
Penyimpanan
Pencatatan stok
Penjualan ke reseller
Pengiriman
Pemindahan barang
Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat berdampak pada banyak unit produk.
UMKM dapat menghadapi berbagai kendala logistik.
Catatan menunjukkan 20 unit, tetapi stok fisik hanya 15 unit.
Selisih dapat terjadi karena:
Penjualan tidak tercatat
Barang rusak
Kesalahan input
Kehilangan
Retur tidak diperbarui
Produk laris tiba-tiba habis karena bisnis terlambat melakukan restock.
Akibatnya, peluang penjualan hilang.
Terlalu banyak membeli produk juga berisiko.
Modal tertahan dalam persediaan yang belum terjual.
Barang sulit ditemukan atau informasi order tidak jelas dapat memperlambat proses.
Tanpa perhitungan yang baik, biaya pengiriman dapat mengurangi margin.
Produk, jumlah, atau alamat yang salah dapat menimbulkan retur dan biaya tambahan.
UMKM tidak harus memiliki sistem rumit seperti perusahaan besar. Namun, proses dasar perlu dibuat konsisten.
Setiap perubahan stok sebaiknya dicatat.
Hal ini membantu bisnis mengetahui kondisi persediaan.
Tetapkan batas minimum untuk produk penting.
Ketika stok mendekati batas tersebut, bisnis dapat mempertimbangkan restock.
Pengelompokan membantu mempercepat pencarian barang.
Contohnya berdasarkan:
Jenis
Ukuran
Varian
Kecepatan penjualan
Masa kedaluwarsa
Bandingkan catatan dengan jumlah fisik secara berkala.
Stock opname membantu menemukan selisih persediaan.
Riwayat penjualan dapat membantu melihat pola permintaan.
Produk yang cepat terjual mungkin membutuhkan perencanaan stok berbeda dari produk yang lambat bergerak.
Pastikan setiap pesanan memiliki detail dan status yang jelas.
Untuk penjual online, biaya kirim dapat memengaruhi keputusan pelanggan.
Gunakan alat cek ongkir untuk membandingkan kebutuhan pengiriman secara lebih praktis.
Simpan nomor resi dan periksa status ketika diperlukan.
Hal ini membantu bisnis memberikan informasi kepada pelanggan.
Salah satu tantangan logistik UMKM adalah data yang tersebar.
Stok dicatat di buku. Pesanan tersimpan di chat. Penjualan ada di catatan lain. Informasi pengiriman diperiksa melalui halaman berbeda.
Ketika volume bisnis meningkat, cara tersebut dapat menyulitkan pemantauan operasional.
Kasir Pintar dapat membantu UMKM mengelola berbagai aktivitas bisnis secara lebih terstruktur, mulai dari transaksi, produk, stok, hingga laporan usaha.
Dalam konteks logistik UMKM, beberapa fitur yang relevan antara lain:
Manajemen stok untuk membantu memantau persediaan
Stock opname untuk mencocokkan catatan dengan stok fisik
Pengelolaan transaksi untuk mencatat penjualan
Order management untuk membantu mengelola pesanan
Cek ongkir untuk membantu memeriksa biaya pengiriman
Cek resi untuk membantu melacak perkembangan paket
Laporan usaha untuk mendukung evaluasi bisnis
Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, pemilik usaha dapat mengurangi ketergantungan pada catatan manual yang tersebar.
Gunakan Kasir Pintar untuk membantu mengelola stok, transaksi, pesanan, dan kebutuhan operasional UMKM secara lebih praktis.
Logistik adalah proses merencanakan, mengelola, menyimpan, memindahkan, dan mengendalikan aliran barang serta informasi dari titik asal hingga sampai ke pihak yang membutuhkan.
Logistik UMKM adalah pengelolaan aliran barang dalam usaha, mulai dari pembelian ke supplier, penerimaan stok, penyimpanan, pengelolaan persediaan, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman kepada pelanggan.
Tidak. Pengiriman hanya salah satu bagian logistik. Logistik juga mencakup pengadaan, penerimaan barang, penyimpanan, stok, order, pengemasan, dan retur.
Inbound logistics adalah aliran barang dari supplier menuju bisnis. Outbound logistics adalah aliran barang dari bisnis menuju pelanggan atau pihak tujuan.
Logistik membantu UMKM menjaga ketersediaan produk, mengurangi kesalahan stok, mempercepat pemrosesan order, mengendalikan biaya, dan meningkatkan pelayanan pelanggan.
Contohnya adalah menerima order, memeriksa stok, mengambil barang, mengemas produk, memeriksa ongkir, mengirim paket, mencatat resi, dan memantau pengiriman.
Catat barang masuk dan keluar, tentukan stok minimum, lakukan stock opname, gunakan data penjualan, kelola order dengan jelas, periksa biaya kirim, dan pantau pengiriman.
Manajemen stok merupakan bagian penting dari logistik karena bisnis perlu mengetahui jumlah barang tersedia, barang yang hampir habis, produk yang bergerak cepat, dan kebutuhan restock.
Kasir Pintar dapat membantu pengelolaan transaksi, produk, stok, order, laporan usaha, serta kebutuhan pendukung seperti cek ongkir dan cek resi agar operasional bisnis lebih terstruktur.
Logistik bukan hanya urusan perusahaan besar atau jasa ekspedisi. Bagi UMKM, logistik mencakup seluruh proses pergerakan barang sejak produk dipesan dari supplier hingga diterima pelanggan.
Proses tersebut dapat meliputi:
Perencanaan kebutuhan
Pemesanan ke supplier
Penerimaan barang
Penyimpanan
Pengelolaan stok
Penerimaan order
Penyiapan produk
Pengemasan
Pengiriman
Tracking
Pengelolaan logistik yang kurang rapi dapat menyebabkan stok tidak akurat, barang menumpuk, pesanan terlambat, biaya meningkat, dan pelanggan kecewa.
Karena itu, UMKM perlu membangun proses logistik yang lebih terstruktur dan menghubungkannya dengan pengelolaan bisnis sehari-hari.
Gunakan Kasir Pintar untuk membantu mengelola transaksi, stok, pesanan, laporan usaha, serta kebutuhan operasional UMKM agar lebih praktis dan terkontrol.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar.
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat