Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Jangan Asal Ikut Pain Point! Begini Cara Menentukan Ide Bisnis yang Tepat

Jangan Asal Ikut Pain Point! Begini Cara Menentukan Ide Bisnis yang Tepat

21 Juli 2026 | marketing

Kasir Pintar

Belakangan ini, istilah pain point semakin sering digunakan dalam dunia bisnis dan pemasaran. Banyak orang mengatakan bahwa cara terbaik menemukan ide bisnis adalah dengan mencari masalah yang dialami konsumen, lalu menawarkan solusi.

Pendekatan tersebut memang benar, tetapi bukan berarti setiap masalah otomatis menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Tidak sedikit pebisnis yang terburu-buru membuat produk hanya karena melihat sebuah keluhan, tanpa memastikan apakah masalah tersebut benar-benar penting bagi calon pelanggan atau memiliki pasar yang cukup besar.

Karena itu, memahami pain point perlu diimbangi dengan riset dan validasi agar ide bisnis yang dikembangkan benar-benar memiliki peluang untuk sukses.

Apa Itu Pain Point?

Pain point adalah masalah, hambatan, atau kebutuhan yang dirasakan oleh calon pelanggan dan belum terselesaikan dengan baik.

Masalah tersebut dapat berupa:

  • Produk yang terlalu mahal
  • Proses pembelian yang rumit
  • Layanan yang lambat
  • Produk yang kurang praktis
  • Sulit menemukan barang tertentu

Ketika sebuah bisnis mampu menawarkan solusi yang tepat, peluang produknya diterima pasar akan semakin besar

Mengapa Tidak Boleh Asal Mengikuti Pain Point?

Melihat banyak orang mengeluh di media sosial bukan berarti ada peluang bisnis yang siap dijalankan.

Sebelum memutuskan membuat produk, tanyakan beberapa hal berikut:

  • Apakah masalah tersebut benar-benar sering dialami?
  • Apakah orang bersedia membayar untuk solusinya?
  • Apakah sudah ada solusi lain yang lebih baik?
  • Seberapa besar target pasarnya?

Jika jawabannya belum jelas, sebaiknya lakukan riset lebih lanjut sebelum berinvestasi.

Mulailah dari Bidang yang Dipahami

Ide bisnis yang baik tidak hanya berasal dari masalah pelanggan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha untuk menyelesaikannya.

Misalnya, jika Anda memiliki pengalaman di bidang kuliner, peluang untuk memahami kebutuhan pelanggan di industri tersebut tentu lebih besar dibanding langsung terjun ke bidang yang benar-benar baru.

Memahami industri akan membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tepat.

Lakukan Riset Pasar

Setelah menemukan sebuah pain point, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa masalah tersebut memang nyata.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Melakukan survei kepada calon pelanggan
  • Membaca ulasan produk kompetitor
  • Mengamati diskusi di media sosial
  • Melakukan wawancara sederhana
  • Mengumpulkan masukan dari pelanggan

Semakin banyak data yang diperoleh, semakin kecil risiko mengambil keputusan berdasarkan asumsi.

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Tidak semua keluhan merupakan kebutuhan yang mendesak.

Misalnya, pelanggan mungkin menginginkan fitur tambahan pada sebuah produk, tetapi belum tentu bersedia membayar lebih untuk mendapatkannya.

Sebaliknya, jika sebuah masalah menghambat aktivitas sehari-hari, pelanggan biasanya lebih terdorong untuk mencari solusi.

Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan akan membantu menentukan prioritas pengembangan produk.

Pastikan Ada Nilai Tambah

Jika solusi yang Anda tawarkan sama persis dengan kompetitor, pelanggan mungkin tidak memiliki alasan untuk beralih.

Cobalah mencari nilai tambah, seperti:

  • Harga yang lebih kompetitif
  • Pelayanan lebih cepat
  • Kualitas lebih baik
  • Produk lebih praktis
  • Pengalaman pelanggan yang lebih nyaman

Keunggulan tersebut dapat menjadi pembeda di tengah persaingan pasar.

Uji Ide Sebelum Produksi Besar

Sebelum mengeluarkan modal dalam jumlah besar, lakukan uji coba terlebih dahulu.

Beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Menjual produk dalam jumlah terbatas
  • Membuka pre-order
  • Membuat prototype
  • Menawarkan sampel kepada calon pelanggan

Dari proses ini, Anda dapat memperoleh masukan untuk menyempurnakan produk sebelum dipasarkan secara luas.

Perhatikan Ukuran Pasar

Sebuah masalah mungkin nyata, tetapi belum tentu memiliki pasar yang cukup besar.

Karena itu, lakukan analisis sederhana mengenai:

  • Jumlah calon pelanggan
  • Frekuensi kebutuhan
  • Daya beli target pasar
  • Tingkat persaingan

Peluang bisnis akan lebih menarik jika memiliki potensi pasar yang berkelanjutan.

Jangan Abaikan Model Bisnis

Produk yang mampu menyelesaikan masalah belum tentu menghasilkan keuntungan jika model bisnisnya kurang tepat.

Pastikan Anda juga mempertimbangkan:

  • Biaya produksi
  • Strategi penetapan harga
  • Saluran distribusi
  • Biaya pemasaran
  • Potensi keuntungan

Dengan begitu, bisnis tidak hanya bermanfaat bagi pelanggan, tetapi juga layak dijalankan dalam jangka panjang.

Terus Dengarkan Masukan Pelanggan

Pain point dapat berubah seiring waktu karena perubahan tren, teknologi, dan perilaku konsumen.

Oleh sebab itu, jangan berhenti mendengarkan pelanggan setelah produk diluncurkan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Meminta ulasan pelanggan
  • Melakukan survei kepuasan
  • Memantau media sosial
  • Menganalisis data penjualan

Masukan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan produk maupun layanan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pebisnis

Saat menentukan ide bisnis, beberapa kesalahan berikut sebaiknya dihindari:

  • Mengandalkan asumsi tanpa riset
  • Mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan pasar
  • Menganggap semua keluhan adalah peluang bisnis
  • Tidak menguji ide sebelum diluncurkan
  • Mengabaikan aspek keuntungan dan keberlanjutan bisnis

Dengan menghindari kesalahan tersebut, peluang membangun bisnis yang bertahan dalam jangka panjang akan semakin besar.

Baca Juga : Apa Itu Aplikasi Toko? Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya

Baca Juga : Cara Buat Struk Online dan Kelola Transaksi dalam Satu Aplikasi

Menemukan pain point memang dapat menjadi langkah awal untuk membangun sebuah bisnis. Namun, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menemukan masalah, melainkan juga oleh kemampuan memahami pasar, menawarkan solusi yang relevan, dan menjalankan model bisnis yang berkelanjutan.

Daripada sekadar mengikuti tren atau keluhan yang sedang ramai dibicarakan, lakukan riset, validasi, dan uji coba terlebih dahulu. Dengan pendekatan yang lebih terukur, ide bisnis yang Anda kembangkan memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar dan tumbuh secara berkelanjutan.

Rekomendasi Aplikasi Kasir Mobile yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Solusi HRIS Modern untuk Bisnis Masa Kini

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur