Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Kesalahan dalam Membuat Stock Keeping Unit dan Cara Menghindarinya

Kesalahan dalam Membuat Stock Keeping Unit dan Cara Menghindarinya

26 Juni 2026 | marketing

Kasir Pintar

Bagi pemilik usaha yang memiliki banyak produk, pengelolaan stok sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu cara untuk mempermudah pengelolaan inventaris adalah dengan menggunakan Stock Keeping Unit (SKU).

SKU merupakan kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap produk dalam bisnis. Kode ini membantu pemilik usaha membedakan produk berdasarkan kategori, ukuran, warna, varian, hingga lokasi penyimpanan.

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang membuat SKU secara asal tanpa perencanaan yang matang. Akibatnya, proses pencatatan stok menjadi tidak efektif, sulit mencari produk, hingga berpotensi menyebabkan kesalahan saat transaksi.

Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan SKU dan bagaimana cara menghindarinya? Simak pembahasan berikut.

Apa Itu Stock Keeping Unit (SKU)?

Stock Keeping Unit atau SKU adalah kode unik yang dibuat oleh pemilik bisnis untuk mengidentifikasi dan melacak setiap produk yang dijual.

Sebagai contoh:

  • KOP-HIT-250 = Kopi Hitam ukuran 250 ml
  • TEH-MAN-500 = Teh Manis ukuran 500 ml
  • BJR-MER-M = Baju Merah ukuran M

Dengan adanya SKU, pemilik usaha dapat lebih mudah melacak stok barang, mengetahui produk yang paling laris, mempercepat proses pencarian barang, meminimalkan kesalahan pencatatan dan mempermudah proses stok opname.

Semakin banyak jumlah produk yang dimiliki, semakin penting peran SKU dalam operasional bisnis.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat SKU

1. Membuat SKU Terlalu Panjang

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah membuat kode SKU yang terlalu panjang dan rumit.

Contoh: MINUMANKOPIHITAMARABICA250MLCABANGSURABAYA001

SKU seperti ini memang terlihat informatif, tetapi akan menyulitkan karyawan saat memasukkan data atau mencari produk. Selain itu, risiko salah input juga menjadi lebih tinggi.

Cara Menghindarinya

Gunakan kode yang singkat namun tetap mudah dipahami. Contoh: KOP-ARA-250

Pastikan seluruh tim memahami arti dari setiap kode yang digunakan.

2. Tidak Menggunakan Format yang Konsisten

Sebagian pelaku usaha membuat SKU dengan format yang berbeda-beda.

Contoh:

  • BJM001
  • KOPI-HITAM-01
  • A12345
  • TEH500ML

Format yang tidak seragam akan membuat database produk menjadi berantakan dan sulit dikelola.

Cara Menghindarinya

Tentukan standar format SKU sejak awal. Misalnya: Kategori - Varian - Ukuran

Contoh:

  • MKN-NAS-001
  • MNM-KOP-250
  • BJR-HIT-L

Dengan format yang konsisten, pengelolaan inventaris menjadi jauh lebih rapi.

3. Menggunakan Karakter yang Membingungkan

Kesalahan berikutnya adalah menggunakan karakter yang sulit dibedakan, seperti:

  • Huruf O dan angka 0
  • Huruf I dan angka 1
  • Huruf S dan angka 5

Contoh: PRD-SO15. Kode tersebut berpotensi dibaca berbeda oleh setiap karyawan.

Cara Menghindarinya

Hindari penggunaan karakter yang mirip. Gunakan kombinasi huruf dan angka yang jelas agar risiko kesalahan input dapat dikurangi.

Baca juga:  Masih Pakai Label Harga Manual di Toko? Ini Kendala yang Sering Terjadi

4. Tidak Memperhitungkan Perkembangan Bisnis

Banyak pemilik usaha membuat SKU hanya untuk kebutuhan saat ini tanpa memikirkan pertumbuhan bisnis di masa depan.

Contohnya, ketika awal usaha hanya menjual 20 produk, format SKU mungkin masih cukup sederhana. Namun saat produk bertambah menjadi ratusan, sistem tersebut tidak lagi efektif.

Cara Menghindarinya

Rancang struktur SKU yang fleksibel. Misalnya dengan menambahkan:

  • Kategori produk.
  • Subkategori.
  • Ukuran.
  • Warna.
  • Cabang.

Dengan begitu, SKU tetap dapat digunakan meskipun jumlah produk terus bertambah.

5. Membuat SKU Secara Acak

Sebagian pelaku usaha hanya memberi nomor urut seperti:

  • 001
  • 002
  • 003

Meski terlihat praktis, cara ini justru menyulitkan ketika ingin mencari atau menganalisis produk. Karyawan harus membuka detail produk satu per satu untuk mengetahui barang yang dimaksud.

Cara Menghindarinya

Pastikan SKU memiliki arti tertentu. Contoh: MNM-JUS-MNG-250

Kode tersebut langsung menunjukkan bahwa produk adalah minuman jus mangga ukuran 250 ml.

6. Tidak Mendokumentasikan Sistem SKU

Kesalahan lain yang cukup fatal adalah tidak memiliki dokumentasi mengenai arti setiap kode.

Akibatnya, saat ada karyawan baru atau pergantian staf, proses adaptasi menjadi lebih lama.

Cara Menghindarinya

Buat panduan atau SOP terkait pembuatan SKU yang berisi:

  • Struktur kode.
  • Arti singkatan.
  • Cara penamaan produk baru.
  • Aturan penambahan varian.

Dokumentasi ini akan membantu menjaga konsistensi dalam jangka panjang.

7. Tidak Mengintegrasikan SKU dengan Sistem Inventaris

Membuat SKU saja tidak cukup. Jika pencatatan stok masih dilakukan secara manual, risiko kesalahan tetap tinggi.

Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:

  • SKU ganda.
  • Stok tidak sesuai dengan kondisi fisik.
  • Kesalahan input produk.
  • Sulit memantau barang masuk dan keluar.

Hal ini dapat menghambat operasional bisnis, terutama ketika jumlah produk semakin banyak.

Cara Menghindarinya

Gunakan sistem inventaris digital yang dapat menyimpan seluruh data SKU secara otomatis.

Dengan sistem yang terintegrasi, pemilik usaha dapat mengetahui stok setiap produk secara real-time, melacak pergerakan barang lebih mudah, meminimalkan kesalahan pencatatan dan mempercepat proses transaksi.

Mengapa Pengelolaan SKU Perlu Didukung Sistem Digital?

Mengelola SKU secara manual mungkin masih memungkinkan ketika jumlah produk sedikit. Namun, seiring berkembangnya bisnis, pencatatan manual sering kali menjadi kurang efisien.

Sistem digital dapat membantu menyederhanakan pengelolaan inventaris sekaligus meningkatkan akurasi data.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan aplikasi kasir yang dilengkapi fitur manajemen produk dan stok.

Melalui sistem seperti Kasir Pintar, pemilik usaha dapat:

  • Menambahkan produk beserta SKU dalam satu database.
  • Mengelompokkan produk berdasarkan kategori.
  • Memantau stok barang secara otomatis.
  • Mengetahui produk yang hampir habis.
  • Mengakses laporan stok kapan saja.

Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, pemilik usaha dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa harus khawatir terhadap kesalahan pencatatan stok.

Baca juga: Apa Itu QR Harga Barang dan Mengapa Mulai Banyak Digunakan Toko Modern?

Jika bisnis Anda memiliki banyak produk dan mulai kesulitan mengelola stok secara manual, saatnya beralih ke sistem digital.

Kasir Pintar membantu Anda mengelola produk, menyimpan SKU, memantau stok secara real-time, serta menghasilkan laporan inventaris secara otomatis dalam satu aplikasi.

Rekomendasi Aplikasi Kasir Mobile yang Tepat

Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh ! 

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar.

aplikasi kasir pintar

download aplikasi kasir pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Pintar HR: Inovasi HRIS Modern untuk Mengelola Bisnis lebih Efisien 

Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.

pintarHR

Kenapa Harus Pintar HR?

✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan

Solusi Tepat untuk UMKM & Bisnis Bertumbuh

Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!

📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur