Solusi Aplikasi Kasir Grosir dengan Harga Bertingkat untuk UMKM
Seputar Bisnis | 31 Juli 2026
Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Kesalahan dalam Membuat Stock Keeping Unit dan Cara Menghindarinya
26 Juni 2026 | marketing
Bagi pemilik usaha yang memiliki banyak produk, pengelolaan stok sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu cara untuk mempermudah pengelolaan inventaris adalah dengan menggunakan Stock Keeping Unit (SKU).
SKU merupakan kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap produk dalam bisnis. Kode ini membantu pemilik usaha membedakan produk berdasarkan kategori, ukuran, warna, varian, hingga lokasi penyimpanan.
Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang membuat SKU secara asal tanpa perencanaan yang matang. Akibatnya, proses pencatatan stok menjadi tidak efektif, sulit mencari produk, hingga berpotensi menyebabkan kesalahan saat transaksi.
Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan SKU dan bagaimana cara menghindarinya? Simak pembahasan berikut.
Stock Keeping Unit atau SKU adalah kode unik yang dibuat oleh pemilik bisnis untuk mengidentifikasi dan melacak setiap produk yang dijual.
Sebagai contoh:
Dengan adanya SKU, pemilik usaha dapat lebih mudah melacak stok barang, mengetahui produk yang paling laris, mempercepat proses pencarian barang, meminimalkan kesalahan pencatatan dan mempermudah proses stok opname.
Semakin banyak jumlah produk yang dimiliki, semakin penting peran SKU dalam operasional bisnis.
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah membuat kode SKU yang terlalu panjang dan rumit.
Contoh: MINUMANKOPIHITAMARABICA250MLCABANGSURABAYA001
SKU seperti ini memang terlihat informatif, tetapi akan menyulitkan karyawan saat memasukkan data atau mencari produk. Selain itu, risiko salah input juga menjadi lebih tinggi.
Gunakan kode yang singkat namun tetap mudah dipahami. Contoh: KOP-ARA-250
Pastikan seluruh tim memahami arti dari setiap kode yang digunakan.
Sebagian pelaku usaha membuat SKU dengan format yang berbeda-beda.
Contoh:
Format yang tidak seragam akan membuat database produk menjadi berantakan dan sulit dikelola.
Tentukan standar format SKU sejak awal. Misalnya: Kategori - Varian - Ukuran
Contoh:
Dengan format yang konsisten, pengelolaan inventaris menjadi jauh lebih rapi.
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan karakter yang sulit dibedakan, seperti:
Contoh: PRD-SO15. Kode tersebut berpotensi dibaca berbeda oleh setiap karyawan.
Hindari penggunaan karakter yang mirip. Gunakan kombinasi huruf dan angka yang jelas agar risiko kesalahan input dapat dikurangi.
Baca juga: Masih Pakai Label Harga Manual di Toko? Ini Kendala yang Sering Terjadi
Banyak pemilik usaha membuat SKU hanya untuk kebutuhan saat ini tanpa memikirkan pertumbuhan bisnis di masa depan.
Contohnya, ketika awal usaha hanya menjual 20 produk, format SKU mungkin masih cukup sederhana. Namun saat produk bertambah menjadi ratusan, sistem tersebut tidak lagi efektif.
Rancang struktur SKU yang fleksibel. Misalnya dengan menambahkan:
Dengan begitu, SKU tetap dapat digunakan meskipun jumlah produk terus bertambah.
Sebagian pelaku usaha hanya memberi nomor urut seperti:
Meski terlihat praktis, cara ini justru menyulitkan ketika ingin mencari atau menganalisis produk. Karyawan harus membuka detail produk satu per satu untuk mengetahui barang yang dimaksud.
Pastikan SKU memiliki arti tertentu. Contoh: MNM-JUS-MNG-250
Kode tersebut langsung menunjukkan bahwa produk adalah minuman jus mangga ukuran 250 ml.
Kesalahan lain yang cukup fatal adalah tidak memiliki dokumentasi mengenai arti setiap kode.
Akibatnya, saat ada karyawan baru atau pergantian staf, proses adaptasi menjadi lebih lama.
Buat panduan atau SOP terkait pembuatan SKU yang berisi:
Dokumentasi ini akan membantu menjaga konsistensi dalam jangka panjang.
Membuat SKU saja tidak cukup. Jika pencatatan stok masih dilakukan secara manual, risiko kesalahan tetap tinggi.
Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:
Hal ini dapat menghambat operasional bisnis, terutama ketika jumlah produk semakin banyak.
Gunakan sistem inventaris digital yang dapat menyimpan seluruh data SKU secara otomatis.
Dengan sistem yang terintegrasi, pemilik usaha dapat mengetahui stok setiap produk secara real-time, melacak pergerakan barang lebih mudah, meminimalkan kesalahan pencatatan dan mempercepat proses transaksi.
Mengelola SKU secara manual mungkin masih memungkinkan ketika jumlah produk sedikit. Namun, seiring berkembangnya bisnis, pencatatan manual sering kali menjadi kurang efisien.
Sistem digital dapat membantu menyederhanakan pengelolaan inventaris sekaligus meningkatkan akurasi data.
Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan aplikasi kasir yang dilengkapi fitur manajemen produk dan stok.
Melalui sistem seperti Kasir Pintar, pemilik usaha dapat:
Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, pemilik usaha dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa harus khawatir terhadap kesalahan pencatatan stok.
Baca juga: Apa Itu QR Harga Barang dan Mengapa Mulai Banyak Digunakan Toko Modern?
Jika bisnis Anda memiliki banyak produk dan mulai kesulitan mengelola stok secara manual, saatnya beralih ke sistem digital.
Kasir Pintar membantu Anda mengelola produk, menyimpan SKU, memantau stok secara real-time, serta menghasilkan laporan inventaris secara otomatis dalam satu aplikasi.
Biar pencatatan tokomu semakin terorganisir, yuk pakai aplikasi kasir, coba dulu sekarang Gratis 30 Hari Percobaan Loh !
Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi Android seperti Kasir Pintar.
Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :
- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi
Kini hadir! Pintar HR sudah bisa diunduh di Playstore dan siap menjadi solusi terbaik untuk manajemen karyawan yang lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem HRIS berbasis cloud, Anda bisa memantau kehadiran, mencatat rekap absensi, hingga mengelola penggajian secara otomatis dari mana saja.
✅ Harga Terjangkau – Mulai dari Rp 260 per staff per hari
✅ Diskon 50% untuk pengguna Kasir Pintar Pro
✅ Fitur lengkap: Absensi online, rekap kehadiran, hingga laporan gaji
✅ Memudahkan siklus penggajian, tanpa drama akhir bulan
Dengan Pintar HR, Anda tak perlu lagi pusing urus data karyawan manual. Semuanya bisa dilakukan lewat satu aplikasi yang praktis dan efisien. Waktunya upgrade manajemen SDM Anda!
📲 Download sekarang: https://bit.ly/PintarHR
🌐 Info lengkap: pintarhr.com
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat