Solusi Aplikasi Kasir Grosir dengan Harga Bertingkat untuk UMKM
Seputar Bisnis | 31 Juli 2026
Insight Bisnis / Seputar Bisnis / UMKM: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Membangun UMKM!
30 Maret 2023 | marketing
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia.
UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan lapangan kerja, memperluas kesempatan usaha, serta meningkatkan perekonomian nasional.
Oleh karena itu, memahami pengertian, jenis, contoh, dan cara membangun UMKM menjadi penting untuk diketahui.
Dalam artikel ini, akan dibahas secara lebih rinci mengenai pengertian, jenis, contoh, dan cara membangun UMKM.
Tanpa berlama-lama, simak penjelasan berikut ini!
UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pengertian UMKM secara umum adalah jenis usaha yang memiliki kriteria tertentu, seperti jumlah karyawan, omset, aset, dan jenis usaha.
Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2008, UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki oleh orang perorangan atau badan usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Usaha Mikro, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), dan pendapatan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
2. Usaha Kecil, memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), dan pendapatan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta rupiah).
3. Usaha Menengah, memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah), dan pendapatan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah).
UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Satu Aplikasi Kasir Pintar Terbaik untuk Jutaan UMKM Indonesia
UMKM terdiri dari tiga jenis berdasarkan kriteria jumlah karyawan, omset, aset, dan jenis usaha, yaitu:
Usaha Mikro adalah jenis UMKM yang memiliki jumlah karyawan kurang dari 10 orang, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), dan pendapatan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
Contoh usaha mikro antara lain usaha kuliner, toko kelontong, warung kopi, dan lain-lain.
Usaha Kecil adalah jenis UMKM yang memiliki jumlah karyawan antara 10-50 orang, memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), dan pendapatan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta rupiah).
Contoh usaha kecil antara lain bengkel motor, toko pakaian, toko buku, dan lain-lain.
Usaha Menengah adalah jenis UMKM yang memiliki jumlah karyawan antara 51-250 orang, memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah), dan pendapatan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah).
Contoh usaha menengah antara lain pabrik tekstil, pabrik mebel, dan lain-lain.
Klasifikasi jenis UMKM ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam hal pembiayaan, regulasi, dan akses ke pasar.
Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan UMKM dan kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional.
Berikut adalah beberapa cara untuk membantu membangun UMKM:
Sebelum mulai usaha, riset pasar adalah langkah pertama yang wajib dilakukan.
Cari tahu siapa target pelanggan kamu, apa kebutuhan mereka, dan kebiasaan belanja mereka.
Analisis pesaing: siapa saja yang sudah menawarkan produk serupa, kelebihan dan kekurangannya.
Tentukan celah pasar yang bisa kamu manfaatkan.
Dengan riset yang matang, kamu bisa menyusun strategi pemasaran yang tepat, menentukan harga yang kompetitif, dan menyesuaikan produk agar lebih menarik bagi pelanggan. Misalnya, jika riset menunjukkan banyak konsumen mencari produk ramah lingkungan, kamu bisa menekankan aspek tersebut pada produk kamu.
Langkah berikutnya adalah memilih produk atau layanan yang akan ditawarkan.
Pastikan produk sesuai dengan minat atau passion kamu. Bisnis yang sesuai passion biasanya lebih mudah dijalankan dengan konsisten.
Perhatikan potensi pasar: apakah produk itu banyak dicari, mudah dipasarkan, dan memiliki peluang jual ulang yang tinggi.
Pertimbangkan kualitas dan diferensiasi: produk yang unik atau punya keunggulan tersendiri akan lebih mudah menonjol di pasar.
Contohnya, jika kamu hobi membuat kue, kamu bisa fokus pada kue homemade dengan bahan organik, lalu promosikan ke pasar yang peduli kesehatan.
Rencana bisnis ibarat peta perjalanan untuk usaha kamu. Tanpa rencana, bisnis bisa berjalan asal-asalan dan mudah tersesat.
Rencana bisnis harus mencakup:
Sumber daya manusia: siapa saja yang akan terlibat dalam usaha.
Modal: berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai dan menjaga operasional.
Strategi pemasaran: bagaimana cara produk dikenalkan ke pelanggan.
Target penjualan: angka realistis yang ingin dicapai setiap bulan atau tahun.
Rencana bisnis yang detail membantu kamu mengukur progres, mengetahui titik lemah, dan menyesuaikan strategi untuk mencapai tujuan.
Setelah rencana bisnis siap, langkah berikutnya adalah mendapatkan modal.
Beberapa opsi modal yang bisa dicoba:
Tabungan pribadi: cara paling sederhana tapi menuntut disiplin.
Pinjaman bank: pilih jenis pinjaman yang sesuai UMKM, biasanya dengan bunga rendah.
Program pemerintah: banyak pemerintah daerah atau kementerian menyediakan bantuan modal atau subsidi UMKM.
Investor atau crowdfunding: cocok untuk bisnis yang ingin berkembang cepat.
Pastikan modal yang kamu dapatkan cukup untuk menutup biaya awal dan operasional minimal beberapa bulan pertama.
Brand adalah wajah bisnis kamu. Identitas visual yang kuat akan membuat usaha lebih mudah dikenali dan dipercaya.
Buat logo, warna, dan desain yang konsisten di semua materi promosi.
Tentukan nilai dan karakter bisnis: apakah ramah lingkungan, inovatif, murah tapi berkualitas, atau premium.
Komunikasikan brand ini ke pelanggan lewat kemasan, media sosial, atau website.
Contoh: brand kue rumahan bisa menggunakan logo lucu, warna cerah, dan kemasan yang Instagramable supaya menarik perhatian.
Teknologi adalah kunci agar bisnis mudah ditemukan dan berkembang:
Gunakan media sosial untuk promosi, seperti Instagram, TikTok, atau Facebook.
Manfaatkan marketplace untuk menjangkau pelanggan lebih luas.
Gunakan aplikasi kasir/pos seperti Kasir Pintar untuk memudahkan pencatatan transaksi, stok barang, dan laporan penjualan.
Dengan teknologi, bisnis kecil bisa bersaing dengan lebih profesional, walaupun modal dan tim terbatas.
Kualitas adalah fondasi agar pelanggan setia dan merekomendasikan produk kamu ke orang lain.
Pastikan bahan baku, proses produksi, dan layanan selalu konsisten.
Dengar feedback pelanggan dan lakukan perbaikan bila diperlukan.
Jangan tergoda menurunkan kualitas demi menekan biaya, karena reputasi akan sulit diperbaiki kalau rusak.
Contohnya, jika kamu berjualan makanan, jangan pernah kompromi soal kebersihan dan rasa, karena hal ini paling cepat mempengaruhi review pelanggan.
Setelah bisnis berjalan, pikirkan strategi pertumbuhan:
Ekspansi ke daerah baru atau marketplace tambahan.
Menambah produk atau layanan baru yang relevan.
Meningkatkan kualitas dan layanan pelanggan untuk meningkatkan loyalitas.
Membuat program promosi, diskon, atau bundling produk agar lebih menarik.
Strategi pertumbuhan harus disesuaikan dengan kapasitas usaha agar tetap terkendali dan efektif.
Setiap bisnis pasti menghadapi tantangan. Kunci sukses adalah belajar dari pengalaman:
Lakukan evaluasi rutin untuk melihat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.
Catat kesalahan agar tidak terulang di masa depan.
Terbuka terhadap masukan dari pelanggan, mentor, atau komunitas UMKM.
Bisnis yang terus belajar dan beradaptasi biasanya lebih kuat menghadapi perubahan pasar.
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) adalah jenis usaha yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Ada beberapa jenis UMKM yang dapat ditemukan di Indonesia, seperti usaha kuliner, fesyen, kerajinan, dan jasa.
Beberapa contoh brand UMKM yang sukses di Indonesia antara lain Warung MJS, Cotton Ink, dan Bika Ambon Zulaikha.
Untuk membangun bisnis UMKM yang sukses, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, antara lain fokus pada keunikan produk atau layanan, kenali target pasar kamu, manfaatkan media sosial, kelola keuangan dengan baik, jalin kemitraan, jaga kualitas dan layanan, belajar dan berkembang, serta bersiap untuk risiko.
Dengan menerapkan tips-tips tersebut dan berusaha keras, diharapkan UMKM yang dibangun dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Indonesia.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Pencatatan Keuangan Untuk Pelaku UMKM!
Apa Itu Kasir Pintar?
Aplikasi Kasir Pintar adalah Mobile Point of Sales yang dirancang khusus untuk membantu para pebisnis UMKM dalam menjalankan segala transaksi penjualan dengan simple, akurat dan ekonomis.
Kenapa Harus Kasir Pintar?
- Aplikasi POS berbasis cloud yang khusus untuk UMKM
- Fitur aplikasi lengkap dan terintegritas satu sama lainnya
- Mendukung perkembangan usaha dengan penyajian data yang lengkap
- Tampilan aplikasi mudah dipelajari untuk orang yang pertama kali menggunakan
- Aplikasi selalu diupdate dan diperbaiki untuk layanan yang lebih baik
Aplikasi kasir terlengkap kelola semua kebutuhan bisnis sobat KasPin! Sudah dipercaya oleh 1.500.000+ UMKM di Indonesia.
Artikel Terkait
Artikel Populer
Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar
Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat