Insight Bisnis / Seputar Bisnis / Yuk Cari Tahu! Perbedaan Make to Order dan Make to Stock

Yuk Cari Tahu! Perbedaan Make to Order dan Make to Stock

23 Mei 2023 | marketing

Kasir Pintar

Ketika memulai bisnis, penting untuk memutuskan strategi produksi yang akan digunakan.

Ada dua strategi produksi yang umum digunakan, yaitu Pre Order dan Stock Ready.

Dalam Pre Order, produk diproduksi setelah menerima pesanan dari pelanggan.

Sebaliknya, dalam Stock Ready, produk diproduksi sebelum ada permintaan atau pesanan dari pelanggan. 

Kedua strategi ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga perusahaan harus memilih strategi yang sesuai dengan bisnis mereka. 

Artikel ini akan membahas perbedaan antara Pre Order dan Stock Ready, serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing strategi.

Apa itu Pre Order dan Stock Ready? 

Pre Order adalah proses produksi di mana produk dibuat setelah ada permintaan atau pesanan dari pelanggan, menurut definisi dari Investopedia. Model bisnis ini sangat tergantung pada permintaan pelanggan.

Dalam model ini, perusahaan tidak memproduksi barang sebelum ada permintaan atau pesanan dari pelanggan.

Setelah pesanan diterima, produk akan diproduksi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.

Dengan menggunakan model Pre Order, perusahaan dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan sehingga pelanggan dapat memperoleh produk yang diinginkan.

Contoh produk Pre Order termasuk hadiah wisuda, buket bunga, hampers, dan sebagainya.

Stock Ready, menurut Investopedia, adalah proses produksi di mana produk diproduksi sebelum adanya permintaan atau pesanan dari pelanggan.

Produk kemudian disimpan dalam stok atau persediaan dan dijual ketika ada permintaan dari pelanggan.

Dengan demikian, perusahaan tidak perlu menunggu sampai menerima pesanan dari pelanggan karena produk sudah diproduksi dan tersedia untuk dijual kapan saja.

Contoh produk Stock Ready termasuk pakaian, produk FMCG, makanan instan, dan sebagainya.

Baca Juga: Mengenal Prototype Produk: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

Karakteristik Pre Order dan Stock Ready

Pre Order memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Produksi Berbasis Pesanan

Produk diproduksi berdasarkan pesanan pelanggan, sehingga tidak diproduksi sebelum adanya permintaan. Ini memungkinkan penyesuaian produk dengan kebutuhan pelanggan.

2. Fleksibilitas Produksi

Perusahaan dapat menyesuaikan proses produksi dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan, serta mengubah atau meningkatkan proses produksi sesuai permintaan pelanggan.

3. Waktu Produksi yang Lebih Lama

Karena produk dibuat setelah ada pesanan, waktu produksi cenderung lebih lama karena persiapan bahan baku dan proses produksi harus dilakukan setelah pesanan diterima.

4. Biaya Produksi yang Lebih Tinggi

Biaya produksi cenderung lebih tinggi karena produk dibuat khusus untuk setiap pesanan, memerlukan persiapan bahan baku dan proses produksi setiap kali ada pesanan.

5. Fokus pada Pelanggan

Model Pre Order menempatkan pelanggan sebagai prioritas utama dengan menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan.

Stock Ready memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Produksi Berdasarkan Perkiraan

Produk diproduksi berdasarkan perkiraan permintaan pasar, sehingga diproduksi sebelum ada permintaan. Persediaan dipersiapkan untuk memenuhi permintaan pasar.

2. Efisiensi Produksi

Proses produksi dapat diatur secara efisien karena persiapan produksi dan bahan baku dapat dilakukan sebelum permintaan muncul. Produksi dalam jumlah besar dan dengan biaya produksi yang lebih rendah dapat dicapai.

3. Waktu Produksi yang Lebih Cepat

Karena produk diproduksi sebelum ada permintaan, waktu produksi cenderung lebih cepat karena persiapan produksi dan persediaan telah dilakukan sebelum permintaan muncul.

4. Resiko Persediaan Kosong yang Rendah

Dalam Stock Ready, persediaan yang cukup tersedia untuk memenuhi permintaan pasar, mengurangi resiko kehabisan persediaan dan kehilangan pelanggan.

5. Fokus pada Efisiensi Produksi

Efisiensi produksi menjadi prioritas utama dengan produksi dalam jumlah besar, menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah dan peningkatan efisiensi produksi.

Kelebihan dan Kekurangan 

Pre Order memiliki beberapa kelebihan:

1. Customization: Model Pre Order memungkinkan penyesuaian produk dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan, meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya tarik produk di pasar.

2. Penghematan Biaya Persediaan: Dalam Pre Order, tidak perlu mempertahankan persediaan produk yang tidak terjual, menghemat biaya persediaan dan meningkatkan keuntungan.

3. Pengambilan Keputusan yang Lebih Akurat: Model Pre Order memberikan informasi yang lebih akurat tentang preferensi dan kebutuhan pelanggan, membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat mengenai produk dan pasar.

4. Fleksibilitas: Model Pre Order memungkinkan penyesuaian proses produksi dengan kebutuhan pelanggan, mengikuti tren pasar, dan merespons perubahan permintaan pelanggan dengan cepat.

Namun, metode produksi ini juga memiliki kekurangan:

1. Waktu Produksi yang Lebih Lama: Waktu produksi cenderung lebih lama karena produk dibuat setelah pesanan diterima, dapat mengakibatkan penundaan pengiriman dan menurunkan kepuasan pelanggan.

2. Biaya Produksi yang Lebih Tinggi: Biaya produksi lebih tinggi karena produk dibuat khusus untuk setiap pesanan, memerlukan persiapan bahan baku dan proses produksi.

3. Risiko Penolakan Pesanan: Pelanggan dapat membatalkan pesanan setelah diproduksi jika tidak sesuai dengan kebutuhan, menyebabkan kerugian perusahaan dan gangguan pada persediaan produk.

Stock Ready memiliki beberapa kelebihan:

1. Waktu Produksi Relatif Cepat: Produk diproduksi sebelum permintaan atau pesanan, memungkinkan persiapan persediaan sebelumnya dan pengiriman yang lebih cepat.

2. Biaya Produksi yang Rendah: Produksi dalam jumlah besar mengurangi biaya produksi dibandingkan Pre Order, meningkatkan keuntungan.

3. Resiko Penolakan Pesanan yang Rendah: Persediaan yang cukup mengurangi resiko penolakan pesanan dan kerugian.

4. Efisiensi Produksi yang Tinggi: Persiapan produksi dan persediaan sebelum permintaan muncul meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya.

Namun, Stock Ready juga memiliki kekurangan:

1. Keterbatasan Customization: Produk diproduksi sebelum permintaan, sehingga tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan, mengurangi daya tarik di pasar.

2. Biaya Persediaan yang Tinggi: Perlu mempertahankan persediaan produk yang tidak terjual, meningkatkan biaya persediaan dan menurunkan keuntungan.

3. Resiko Kehabisan Persediaan: Perkiraan permintaan pasar dan produksi dalam jumlah besar meningkatkan risiko kehabisan persediaan jika perkiraan salah atau terjadi perubahan di pasar.

Mana yang Cocok untuk Bisnismu?

Memulai atau mengembangkan bisnis bukan hanya soal menentukan produk yang akan dijual. Salah satu keputusan penting yang sering membingungkan pelaku usaha adalah memilih sistem penjualan antara menggunakan sistem pre-order (PO) atau stok ready.

Jawabannya tentu bergantung pada jenis bisnis, modal, dan strategi yang Anda jalankan. Agar tidak salah pilih, simak perbedaan pre-order dan stok ready berikut ini.

Pilih Sistem Pre-Order Jika:

  • Modal usaha masih terbatas.
  • Menjual produk custom atau made by order.
  • Masih melakukan riset pasar.
  • Menjual produk musiman.
  • Ingin meminimalkan risiko stok menumpuk.

Pilih Sistem Stok Ready Jika:

  • Permintaan produk sudah stabil.
  • Memiliki modal yang cukup.
  • Menjual produk kebutuhan sehari-hari.
  • Ingin mempercepat pengiriman.
  • Fokus berjualan di marketplace.

Bisa Tidak Menggabungkan Keduanya?

Tentu saja bisa. Banyak bisnis saat ini menggunakan strategi hybrid, yaitu menggabungkan sistem stok ready dan pre-order sekaligus.

Sebagai contoh, toko fashion dapat menyediakan produk best seller dalam kondisi ready stock, sementara koleksi terbaru dijual dengan sistem pre-order.

Strategi ini membantu bisnis menjaga cash flow sekaligus mengurangi risiko penumpukan barang.

Misalnya, sebuah toko kue menyediakan menu reguler setiap hari, tetapi membuka sistem pre-order untuk pesanan hampers Lebaran atau kue ulang tahun custom. Dengan cara ini, bisnis dapat tetap fleksibel mengikuti kebutuhan pasar. 

Agar tidak keteteran dalam menyiapkan dan menyimpan produk belanja, aplikasi kasir dari Kasir Pintar menyediakan fitur manajemen stok yang  dapat membantu pemilik usaha mengontrol barang masuk dan barang keluar. 

Pentingnya Mencatat Pesanan dan Stok dengan Rapi

Baik menggunakan sistem pre-order maupun stok ready, pencatatan tetap menjadi hal yang sangat penting.

Untuk menghindari masalah pesanan tertukar, atau stok tidak sesuai, Anda dapat menggunakan aplikasi kasir dan pembukuan seperti Kasir Pintar. Dengan sistem yang terintegrasi, Anda dapat mencatat transaksi, memantau stok barang, mengelola pelanggan, hingga melihat laporan penjualan secara otomatis.

Khusus untuk bisnis pre-order, pencatatan DP dan status pesanan yang rapi dapat membantu memastikan setiap pesanan diproses dengan benar.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan metode produksi Pre Order dan Stock Ready dalam bisnis.

Baca Juga: Apa itu Barang Ekonomi? Simak Penjelasannya!

Salah satu metode yang mudah dan praktis dalam mencatat penjualan adalah dengan menggunakan Aplikasi POS seperti Kasir Pintar

Kasir Pintar bisa mencatat setiap penjualan dari usahamu dan melakukan beberapa kegiatan seperti :

- Atur stok barang
- Mencatat berbagai macam metode transaksi penjualan
- Laporan usaha lengkap
- Manajemen Pelanggan (CRM)
- Manajemen Karyawan & Cabang Usaha dan masih banyak lagi

Kamu bisa Coba Gratis selama 30 Hari tanpa syarat, atau jika ingin mendapatkan fitur lengkap gunakanlah Kasir Pintar Pro.

Artikel Terkait

Kasir Pintar lazyload
Kasir Pintar

Mulai Bisnis
Bersama Kasir Pintar

Jalankan bisnis secara otomatis dengan
Aplikasi Kasir Pintar dan Coba Gratis selama
30 Hari tanpa syarat

Download Sekarang

Lihat Brosur